aku

aku

Jumat, 19 November 2010

Ragam Tarian Jepang Yang Elegan

Bukan hanya indah, tetapi juga sarat makna. Perpaduan antara kelenturan tubuh (koreografi) dengan olah rasa (kearifan). Hasilnya luar biasa menakjubkan dan elegan. Itulah kesan yang tertangkap ketika menyaksikan keindahan tarian tradisional Jepang (nihon buyo).

Tak jauh berbeda dengan seni tari di Indonesia, tarian tradisional Jepang menyiratkan kebudayaan yang unik dan penuh warna. Dari gerak penuh semangat, ekpresif hingga lemah lembut penuh keanggunan. Yuk, kita kenali sekilas berbagai tarian tradisonal Jepang itu.

Kabuki

Boleh dibilang Kabuki adalah tarian tradisional yang paling populer di Jepang. Setiap ada pertunjukan Kabuki digelar, dipastikan akan penuh sesak oleh penonton. Sejak zaman tenno (kaisar Jepang) hingga sekarang, Kabuki selalu jadi primadona masyarakat Jepang. Para penarinya adalah pria. Kabuki menawarkan olah tari yang berbaur dengan kritik sosial dan kearifan hidup. Jadi, amat pantas jika dikatakan bahwa Kabuki merupakan kesenian tingkat tinggi. Gerak khas Kabuki terletak pada langkah kaki yang sangat lemah lembut. Terdapat tiga gerakan dasar pada Kabuki yaitu gerakan memutar, gerakan tangan, dan gerakan kepala. Setiap gerakan ini menyimbolkan ekspresi manusia. Seperti bagaimana ketika menangis, gembira, sedih, dan berbagai ekspresi emosional lainnya. Dipadu dengan busana berupa kimono yang eye catching, menyaksikan Kabuki akan jadi pengalaman yang sukar dilupakan.

Bon Odori

Tarian ini ditarikan ketika masa panen tiba (festival musim panen), sebagai ungkapan syukur kepada dewa. Ditarikan secara massal dengan penarinya memakai pakaian tradisonal Jepang. Ciri khas tarian Bon Odori adalah menari diiringi nyanyian atau musik tradisional. Langkah kaki bergerak bebas disertai entakan kaki untuk mengeluarkan suara. Lalu, ditingkahi dengan tangan yang disesuaikan dengan ritme musik.

Kasa Odori

Tidak jauh berbeda dengan Bon Odori. Bedanya, para penari Kasa Odori menggunakan payung sebagai alat tarian yang digunakan (tari payung). Di ujung payung-payung itu, ada benda kecil seperti logam emas. Sehingga menimbulkan suara tertentu tiap kali payung digerakkan. Kasa Odori telah ada sejak jaman Edo (1603-1867 M). Kini, tarian Kasa Odori jadi ciri khas untuk Prefektur Tottori timur dan biasa dilangsungkan ketika musim panas (festival Shan-shan Ang).

Mai

Mai berarti menari diiringi nyanyian atau musik tradisional Jepang dengan seluruh bagian telapak kaki yang tidak pernah diangkat. Jadi, kaki para penarinya diseret-seret (suriashi). Meskipun terkadang disisipi gerakan menghentakkan kaki. Tapi tidak begitu kentara. Gerakan tari Mai dilakukan dengan berputar di dalam ruang gerak yang sempit. Bisa juga melibatkan seluruh panggung sebagai ruang geraknya dengan tempo lambat.

Onikenbai

Ciri khas tarian ini, penarinya memakai topeng Oni (raksasa Jepang). Identik dengan gerakan menghentak tanah. Melambangkan Oni yang membantu manusia untuk mengusir roh jahat dari dalam tanah. Tujuannya, agar panen para petani dapat berhasil. Tarian Onikenbai biasanya dilanjutkan dengan tarian Nanazumai, yang berarti tarian tujuh kepala. Melambangkan siklus atau fase pertanian yang merupakan mata pencaharian utama penduduk Jepang pada zaman dulu. Tarian Nanazumai ditarikan dengan membawa tujuh alat berbeda. Masing-masing alat ini menceritakan tiap fase dalam pertanian.

Arauma

Tarian Arauma melambangkan rasa syukur atas hasil pertanian yang melimpah. Tarian ini juga bentuk terima kasih penduduk Okawadai (salah satu kota di Provinsi Aomori) terhadap kuda-kuda yang telah membantu mata pencarian mereka. Arauma ditarikan secara berpasangan oleh laki-laki dan perempuan. Laki-laki menjadi uma (kuda), sedangkan perempuan menjadi haneto (manusia). Diiringi musik taiko (gendang), fue (seruling), dan chappa (simbal), tarian Arauma dilakukan dengan berarak-arakan dan ditingkahi teriakan, “Rassera! Rassera!”

Wadaiko

Alat musik Taiko adalah instrumen utama dari tari Wadaiko. Termasuk salah satu tarian tradisional Jepang yang dominan menggunakan alat musik tersebut. Selain alat-alat musik tradisonal Jepang lainnya. Taiko sendiri berarti drum besar (gendang berukuran jumbo). Merupakan alat musik yang keberadaanya tak dapat dipisahkan dari kehidupan tradisional masyarakat Jepang. Dari upacara keagamaan di kuil, hingga festival-festival di kota-kota besar, alat musik Taiko dipastikan selalu ada.

Anda boleh mempublikasikan kembali tulisan di atas pada website atau blog dengan catatan : Anda harus mencantumkan sumber tulisan dengan link aktif menujuwww.AnneAhira.comAnda tidak mengubah baik sebagian atau pun keseluruhan tulisan TERMASUK SEMUA LINK YANG ADA DI DALAM ARTIKEL harus tetap ada dan aktif.Nama “Anne Ahira” dilindungi oleh Direktorat Jendral HAKI (Hak Kekayaan Intelektual) Republik Indonesia No.Agenda J00-2007027969

View the original article here

Sumber :

http://debuh.com/berita-uncategorized/ragam-tarian-tradisional-jepang-yang-elegan/16886/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar