aku

aku

Jumat, 19 November 2010

Aviophobia : Penyakit takut terbang

Secara umum, phobia adalah rasa ketakutan yang kuat (berlebihan) terhadap suatu benda, situasi atau kejadian yang ditandai dengan keinginan untuk menjauhi sesuatu yang ditakuti itu. Perbedaan antara phobia dengan rasa takut biasa adalah hal yang ditakuti sebenarnya nggak menyeramkan untuk sebagain besar orang.

Bila sudah parah, penderita bisa terserang panik saat melihat hal yang dia takuti. Sesak nafas, jantung berdebar, keringat dingin, gemetar, bahkan sampai tidak bisa menggerakkan badan. Jenis phobia pun bermacam-macam, ada yang takut ketinggian, takut gelap, takut naik lift, takut naik pesawat terbang, dan lain-lain.

Takut terbang merupakan sebuah isu psikis komplek, dan kini menjadi makin komplek terkait persoalan keamanan dan keselamatan penerbangan. Banyak buku, video, dan sumber-sumber lain yang membahas cara mengatasi masalah takut terbang, sehingga menjadi sulit memutuskan mana yang paling cocok untuk Anda. Berikut tips untuk mengetahui dan mencari solusi persoalan takut terbang.

Secara sederhana, menurut beberapa pakar transportasi dan psikologi, takut terbang merupakan sebuah kecemasan tak beraturan. Ketakutan semacam ini dapat terjadi selama penerbangan, atau bahkan sebelum seseorang berangkat ke bandara.
Biasanya, ketakutan itu lebih terkait dengan unsur-unsur dari pengalaman terbang yang sedikit atau bahkan tidak ada kaitannya dengan aneka risiko penerbangan. Meski masing-masing orang berbeda, tapi takut terbang umumnya mencakup satu atau beberapa unsur berikut ini:

Ø Takut ketinggian

Ø Takut berada di atas air

Ø Takut kegelapan (terbang malam)

Ø Takut tak dikenal

Ø Khawatir ada aksiden atau situasi mencekam

Ø Berada di ruang tertutup atau keramaian

Ø Menganggur dalam waktu lama

Ø Hilang kebebasan pribadi

Ø Proses pemindaian keamanan

Ø Khawatir tentang turbulensi dan cuaca buruk lainnya

Ø Tak memahami aktivitas terkait dengan sebuah penerbangan normal

Ø Lepas kendali, atau tergantung pada teknologi atau orang lain

Ø Terbebani isu-isu psikologis masa lalu atau trauma psikis.

RISET

Industri penerbangan jelas sangat peduli terhadap masalah takut terbang dan pengaruhnya terhadap perjalanan. Memang penelitian tentang masalah ini masih langka, tapi ada salah satu studi yang penting pada 1980 ketika dua peneliti Boeing menemukan bahwa 18,1% warga dewasa di AS ternyata takut terbang, dan 12,6% lainnya merasa cemas saat terbang. Ringkasnya, sepertiga warga dewasa di AS takut terbang.

Studi yang menarik itu, juga mengungkap detil-detil mengapa mereka menghindari terbang. Sekitar separuh responden mengaku rasa takut adalah alasannya, tapi hanya sekitar 6% ketakutan itu terkait dengan penerbangan yang tidak aman.
Sementara jajak pendapat yang dilakukan majalah Newsweek pada 1999 mengungkapkan bahwa 50% dari penduduk dewasa responden yang terbang dengan pesawat komersial merasakan beberapa kali ketakutan saat terbang.

REAKSI

Bagaimana seseorang bereaksi terhadap takut terbang ternyata sama beragamnya dengan alasan mengapa mereka menghindari untuk terbang. Reaksi umum adalah menghindari untuk terbang sesering mungkin.

Sejumlah selebritis, termasuk pemain sepakbola dan aktor video game terkenal John Madden, bahkan terpaksa menghindar cukup lama dari kehidupan profesional dan pribadinya untuk menghindari terbang. Reaksi-reaksi lainnya termasuk efek-efek psikis seperti mandi keringat, jantung berdebar dan sesak nafas, serta pusing atau mabuk.
Reaksi lebih berbahaya justru terjadi saat dalam penerbangan seperti mengonsumsi alkohol atau obat-obatan untuk mengatasi rasa takut, atau berbicara kasar kepada penumpang lain, kru kabin, atau petugas maskapai lainnya. Biasanya, masyarakat aviasi menggunakan data statistik terkait risiko penerbangan untuk mengilustrasikan bahwa terbang itu aman dan para penumpang tidak perlu merasa takut. Bagi kebanyakan mereka yang cemas terbang, statistik itu dapat diterima karena umumnya ketakutan mereka tidak terkait dengan aneka risiko penerbangan. Bagi mereka yang khawatir tentang risiko penerbangan, statistik itu juga sangat bermanfaat. Meskipun perubahan cuaca fatal bisa dikatakan satu banding sejuta kemungkinan terjadinya, tapi mereka yang khawatir terhadap risiko penerbangan umumnya sangat memperhatikan perkiraan kondisi cuaca saat penerbangan. Sebab, mereka khawatir, yang satu itu justru menimpa pesawat yang ditumpanginya.

SOLUSI

Jika takut terbang menjangkiti Anda dengan cara yang tidak ada inginkan, tidak ada alasan untuk menerimanya sebagai sesuatu yang normal. Jika Anda mau melakukan langkah-langkah positif untuk mengatasinya, maka ada sejumlah opsi solusi yang dapat dipakai. Salah satu langkah itu adalah mengakui bahwa Anda mungkin memang sedang bermasalah. Selanjutnya, cobalah untuk menjawab daftar pertanyaan di bawah ini agar dapat mengidentifikasi apakah Anda memang menderita takut terbang. Jadi, Anda memang positif menderita takut terbang, jika:

Ø Tidak suka berada di ruang tertutup atau sesak.

Ø Tidak suka berada di tengah-tengah orang asing.

Ø Lebih suka berada dalam situasi yang dapat dikendalikan, dan tidak suka tergantung pada teknologi atau dilindungi orang lain.

Ø Menyukai kebebasan personal dan tidak suka jika didikte orang lain untuk melakukan atau tidak melakukan sesuatu.

Ø Takut ketinggian.

Ø Takut berada di permukaan air.

Ø Terbang, atau bahkan berpikir soal terbang, meningkatkan tekanan darah, jadi pusing, mabuk, lemas, atau memicu ketidaknyamanan psikis lain.

Ø Takut kegelapan atau keluar malam hari.

Ø Tidak suka gangguan privasi, terutama jika menyangkut barang atau rahasia pribadi.

Ø Sangat khawatir terhadap risiko tewas atau terluka akibat aksiden pesawat atau pembajakan atau serangan lainnya di dalam pesawat.

Ø Tidak suka menganggur dalam waktu lama.

Ø Pernah mengalami gangguan tiba-tiba atau berkepanjangan saat terbang atau ketika akan naik pesawat.

Ø Membatasi jumlah frekuensi untuk terbang atau bahkan menghindari untuk terbang sama sekali.

Ø Gampang marah saat terbang.

Ø Merasa terganggu dengan suara-suara terkait kebiasaan penerbangan yang normal.

Ø Sangat khawatir terhadap turbulensi dan kondisi cuaca buruk lainnya.

Ø Takut tidak dikenali.

Jika Anda harus menghadapi ketakutan dan kecemasan ini untuk waktu yang lama, misalnya, saat terbang, atau bahkan sepekan menjelang terbang, reaksi Anda dapat mencakup tindakan seperti melakukan pengobatan sendiri dengan alkohol dan obatan-obatan, atau tindakan lain terkait dengan stress terbang. Jika Anda mengalami satu atau lebih dari gejala di atas, maka sepatutnya Anda melakukan riset kecil-kecilan untuk mendalami masalah tersebut lebih lanjut.

Sumber :

http://www.benih.net/lifestyle/aviophobia-penyakit-takut-terbang.html

http://traveltrend-magz.net/index.php?act=detilnews.main&idcat=12&idberita=141

Tidak ada komentar:

Posting Komentar