aku

aku

Rabu, 10 April 2013

The Amazing Lakes of Changing Colours at Kelimutu-Ende

Ende merupakan salah satu kota di Nusa Tenggara Timur, untuk sampai ke kota ini membutuhkan waktu  kurang lebih 7 jam perjalanan dan 2x ganti pesawat. Ini pertama kalinya aku menjejakkan kaki di tanah Flores. Banyak alternatif penerbangan untuk sampai di Ende, tapi aku bersama teman ku yang bernama "Nely" menuju kota ini menempuh jalur Jakarta-Denpasar-Tambolaka-Ende. Perjalanan panjang dan melelahkan menuju kota ini hilang sudah ketika melihat kota ini. Dikelilingi bukit-bukit nan hijau menjadikan kota ini semakin indah. Tujuan utama kami ke kota ini adalah melaksanakan tugas negara, yaitu menghadiri persidangan di PN Ende.




Ada hal menarik ketika kami sedang menunggu waktu persidangan, yaitu ada seekor burung rajawali tersesat di atap genteng PN Ende. Burung ini hinggap cukup lama, dan mampu menarik perhatian kami disana. Kejadian yang mungkin tidak pernah kami jumpai ketika di kota besar. Dan ini juga pertama kali nya aku melihat burung rajawali secara langsung.



Setelah melaksanakan tugas negara, kami melanjutkan perjalanan untuk mengeksplore kota kecil yang indah ini tapi sayang cuaca kota ini tidak mendukung kami untuk menjelajah lebih jauh. Hujan turun sepanjang hari dari siang sampai malam, tapi karena niat ini sudah bulat kami tetap menjelajah kota ini. Dimulai dengan ke rumah pengasingan bung karno, tapi sampai disini kami harus kecewa karena rumahnya ditutup :(. Untuk mengobati kekecewaan kami akhirnya ke taman merenung bung karno ketika memikirkan tentang 5 butir Pancasila, tapi lagi-lagi kami harus kecewa karena taman ini sedang di pugar dan kami tidak bisa memasuki kawasan taman ini :(

Ketika malam tiba, kota ini sepi tidak terlalu ramai. Angkot pun hanya beroperasi sampai jam 7 malam, tapi karena kami ingin tahu kondisi kota ini ketika malam hari. kami tetap menjelajahi kota ini, dan lapangan persei pun menjadi tujuan kami di malam hari.




Hari terakhir di kota ini, kami menuju danau kelimutu yang sangat terkenal di Ende. Hampir gagal untuk pergi kesana karena lagi-lagi cuaca yang tidak mendukung. Hujan yang turun dari siang hingga malam dini hari membuat kami ragu untuk tetap pergi ke Kelimutu atau tidak. Berbekal niat dan spirit of nekat yang kuat kami akhirnya tetap kesana. Pukul 2 dini hari waktu WITA kami kesana, sampai disana waktu menunjukkan pukul 4 subuh dan hujan masih juga turun. Padahal niat kami kesana pagi-pagi yaitu melihat sunrise dari danau kelimutu. Karena cuaca yang tetap tidak mendukung kami baru mendaki ke Kelimutu pukul 05.30 WITA dan itu pun masih ditemani rintik-rintik hujan. Ketika sampai di puncak Kelimutu, meskipun tidak bisa melihat sunrise karena hujan dan mendung, tapi tetap saja pengalaman ini tidak dapat dilupakan. Menyaksikan keajaiban 3 danau dengan 3 warna nya dan setiap tahunnya berubah warnanya merupakan hal yang menakjubkan. Untuk bisa sampai di atas nya memerlukan perjuangan yang panjang, karena medannya cukup mendaki. Tapi... kelelahan itu semua, terbayar sudah ketika sudah berada di atas nya. Indahnya Kelimutu sungguh luar biasa dan mengingatkan betapa kecilnya manusia serta tidak pantasnya manusia bersikap sombong terhadap Allah yang menciptakan segala isinya ini





















Ini danau benar-benar indah, tak ingin rasanya turun untuk kembali, tapi waktu jua yang harus mengakhiri perjalanan ini, tapi lagi-lagi rasa kagum atas alam ciptaaan Allah ini tiada berhenti sampai di danau Kelimutu. Ketika perjalanan turun pulang melewati hutan lindung yang tidak rusak oleh tangan-tangan manusia, kami mendengar kicauan burung yang sangat indah. dan kami berhasil mengabadikan burung tersebut. Selain burung, monyet pun kami jumpai disana




Hutan Flores sungguh indah, tidak pernah membayangkan akan sampai disini dan menikmati keindahan hutan ini. Terima kasih Ya Robb atas semua yang telah Engkau berikan selama ini. 







Info bagi teman-teman yang ingin traveler ke kota ini, berikut saya gambarkan kondisi disana

Penerbangan :
Kalo naek Garuda, teman-teman bisa melalui Jakarta-Kupang-Tambolaka-Ende
Tapi, saya agak ragu bisa mengejar pesawat Kupang-Ende nya, karena jaraknya cuman 1 jam. Diperkirakan untuk sampai di Kupang itu jam 13.50 sementara Kupang-Ende dengan pesawat transnusa nya take off jam 14.00 WITA. Soalnya pesawat Transnusa on time terbangnya.
Alternatif lain bisa melalui Jakarta-Denpasar-Tambolaka-Ende. Nah kl melalui Denpasar kita punya waktu 1,5 jam jadi tidak terlalu deg-degkan ketinggalan pesawat ke Ende nya, tapi memang jika melalui Denpasar biaya tiket pesawatnya agak sedikit lebih mahal.
Maskapai lain yang menawarkan terbang ke Ende tanpa ganti maskapai pesawat itu Lion, Merpati. Teman-teman bisa memilih sesuai dengan keinginan masing-masing.

Penginapan:
Saya merekomendasikan Hotel Grand Wisata, hotel ini hanya 5 menit dari bandara Ende dan terdapat fasilitas antar jemput tamu dari dan ke Bandara-hotel. Range harga yang ditawarkan untuk kamar standar Rp500.000/malam. Hotel yang nyaman untuk di kota kecil ini
Bagi yang ingin bergaya backpakeran, ada Hotel Safari. Hotel ini juga hanya 5 menit dari bandara. Harga yang ditawarkan Rp250.000/malam.

Makanan:
Di kota ini banyak muslimnya, jadi bagi teman-teman yang muslim tidak perlu takut untuk masalah makanannya. Tersedia RM Padang dan Menu Masakan Solo di kota ini, saya merekomendasikan RM Bangkalan di simpang lima dekat bandara. Disana Sate Ayam nya enak banget, bisa menjadi alternatif lain bagi teman-teman yang tidak terlalu menyukai masakan Padang (termasuk saya sendiri :D), karena sepanjang mata memandang yang akan kita temui adalah RM Padang.

Transportasi:
Angkot disini untuk di kotanya tidak memiliki rute khusus, kita cuman perlu bilang "Pak..., lewat sini tidak?(sebutkan tujuan kita), dan dengan senang hati sopir angkotnya akan mengantarkan kita tempat tujuan. Ongkosnya hanya Rp2.000/orng. Murahkan? Bagi teman-teman yang suka jalan-jalan di malam hari, perlu di ingat angkot disini hanya beroperasi sampai jam 7 malam. Tapi, jangan khawatir banyak jasa ojek ditawarkan di kota ini dan ongkosnya pun paling mahal hanya Rp5.000.
Untuk teman-teman yang ingin mengunjungi Danau Kelimutu bisa menyewa mobil. Banyak penduduk lokal yang menawarkan jasa rental mobil ketika kita sampai di Bandara Ende. Tarif untuk bisa sampai ke Kelimutu kisarannya Rp400.000-Rp500.000 tinggal bagaimana teman-teman semua pintar menawar dengan yang punya mobil.

Kondisi di Danau Kelimutu
Bagi teman-teman yang tidak biasa jalan darat dengan kondisi jalan yang berkelok-kelok, harap minum antimo dulu yach... Soalnya jalan menuju Kelimutu bener-bener MANTAP dan akan ditempuh selama 2 jam perjalanan. Jangan lupa juga untuk membawa jaket karena ini daerah pegunungan dan kesana dini hari, udara nya benar-benar dingin. Teman-teman juga tidak perlu khawatir, sebelum naik ke Kelimutu, banyak penduduk lokal yang menjual teh, kopi panas, serta pop mie. Jadi teman-teman bisa menghangatkan perut terlebih dahulu. Senter dan payung jg perlu dibawa, senter untuk menerangi jalan, sementara payung untuk berjaga-jaga jika disana hujan. 
Oh ya, karena perjalanan untuk mencapai puncaknya lumayan mendaki, saya sarankan teman-teman untuk menyiapkan kondisi tubuh yang prima, dan air mineral dibutuhkan untuk minum selama diperjalanan. Satu lagi, ketika kita sampai di atas kita akan bertemu dengan monyet-monyet di hutan ini, jangan lupa bawa kacang ya, biar bisa berinteraksi bersama mereka. Monyet-monyet nya tidak galak kok :)

Itu sedikit tips dan berbagi pengalaman dari saya. Pokoknya kalo ke Ende jangan sampai tidak ke Kelimutu yach..., karena akan menyesal sekali. It's so Amazing Lakes of Changing Colours @Kelimutu.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar